Menyajikan hidangan seputar informasi sederhana untuk anda

Kisah dibalik warung telkom

Kisah dibalik warung telkom, lucu juga yah nama warung telkom? Itu sih sebutan saya sendiri, karena sebenarnya disitu adalah kantor telkom, tapi disitu disediakan tempat duduk, meja ples charger gratis ! bukan tanpa alasan, karena disitu tempat anak wifier nongkrong, dengan ditemani sebuar warung grobag kecil, tak henti – hentinya sepi di tempat itu, hampit seperti tempat yang 24 jam non stop. Yaa itu sedikit intermezo tentang tempat yang kali ini akan saya jadikan sebagai latar cerita sederhana ini.

wartel

Sayang sekali aku lupa tanggal berapa waktu itu, aku hanya ingat waktu itu adalah hari Senin, bulan kapan aku juga lupa, ini sungguh sangat aku sayangkan, menjadikan ceritaku kurang lengkap ! tapi tak apa, yang terpenting tetep enjoy dan menikmati setiap kata demi kata yang aku rangkai dan ku ingat kejadian waktu itu.

Berawal dari perintah seseorang yang menyuruhku untuk mendownload file, dan kebetulan file itu memiliki ukuran memori yang cukup besar, jadi aku putuskan untuk download menggunakan wifi ( karena kecepatanya tidak perlu diragukan ) wuuueeesssss.... beberapa detik kemudian motorku terparkir di warung telkom tersebut, kusandar bahu sebentar untuk menenangkan suasana, dan kududuki tempat istimewa dengan porsi khusus yaitu satu meja dan satu kursi.

Kutancap charger pc dan kunyalakan, bersiap untuk menikmati setiap detik waktu ditempat itu, karena tempat tersebut bersebelahan dengan pusat kota menjadikanya ramai pengunjung, dan aku dapat melihat indahnya kotaku tercinta, kota kebumen beriman, begitu sebutanya. Tik tik tik tik begitu bunyi detik jam kira – kira, tak terasa waktu sudah cukup siang dan waktunya aku bergegas setelah semua file yang kucari sudah kudapatkan.

Tapi tunggu dulu, apa disana, datang seorang dengan baju kotak – kotak dengan kerudung jingga dengan lembut berjalan menuju arah barat bersama satu teman pengawal melewati tempat dimana aku duduk menikmati. Kupandangi wajah beningnya, bukan karena bedak atau make up mungkin wajah bening yang diciptakan dari seriingnya dia membasahi wajahnya dengan air wudhu semakin membuatku jatuh terpana pada pandangan pertama.

Memang aku tak tahu siapa dia, tapi aku jatuh hati padanya, ingin ku mengenalnya, tapi bisa apa aku? Jika aku pergi mendatanginya, gimana nasib pc yang kubawa? Bisa dalam sekajap raib dan aku menangis kejang, jadi kuputuskan untuk cukup melihat pesona yang dia pancarkan dari jarak 5 meter saja. Sungguh ini kusesalkan, yang bagaimana aku dapat berjumpa lagi dengan wanita selembut dia. Mengapa harus sesingkat ini dia datang, tak bisakah untuk sedikit lebih lama agar aku bisa lebih menikmatinya?

Satu menit berharga yang akan selalu aku ingat telah terlewati, mungkin tak akan kembali lagi, kesempatan yang begitu istimewa dengan perfect timing, kejadian langka dan jarang terjadi aku bertemu dengan wanita yang memesona. Terbesit rasa kecewa dalam hati, mengapa waktu satu menit itu begitu cepat?

Namun itu harus jadi, ya sudah aku terima kenyataan ini, aku hanya bisa menjadi pengagum rahasiamu saja wahai wanita baju kotak – kotak. Kutunggu kehadiranmu dilain waktu, dengan suasana yang lebih indah, waktu yang lebih lama untuk berjumpa dengan hiasan janur kuning di setiap sisi rumahmu, cincin emas sebagai aksesorismu, baju kebaya yang menyelimuti tubuhmu dan orang tua kita sebagai saksi akan kelangsungan janji kita untuk selamanya bersama. Mungkin itu sedikit kata hayalan yang kusimpan sebagai angan – angan semata, dan berharap kan menjadi nyata.

1 comment:

Terimakasih atas kunjunganya

Jika anda kurang puas :
1. Silahkan berkomentar secara bijak
2. Dilarang berkomentar dengan berbau unsur SARA
3. Dilarang berpromosi iklan atau produk